Masalah Kucing : Bulu

21 11 2009

Bulu-bulu menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kucing, tapi sekarang kok, bulu yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan si kucing sedang sakit atau ketakutan bulu kucing tak setebal dan seindah dulu lagi.

Masalah kerontokan bulu merupakan masalah yang sering menyerang kucing, apalagi yang berbulu panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.

Sebenarnya ada banyak penyebab bulu rontok pada kucing, seperti di bawah ini :

 

  • Rontok normal

Umumnya kucing mengalami kerontokan bulu setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.

  • Kekurangan nutrisi

Anak kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan kucing dewasa 25-30 %. Selain itu juga memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan bulu juga tetap optimal. Makanan kucing komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kanduingan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.

  • Kelebihan vitamin

Sepertihalnya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu rontok dan kulit kering, berkerak dan mengelupas.

  • Suhu kandang/tempat tinggal terlalu panas

Fungsi kulit dan bulu adalah untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan dan penyakit. Kulit dan bulu juga berusaha mengatur suhu tubuh dalam batas tertentu. Pada tempat beriklim dingin bulu akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal dan panjang karena berfungsi mencegah hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya kucing cenderung merontokkan bulunya sendiri bila lingkungan tempat tinggalnya terlalu panas. Tempatkanlah kucing ditempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar.

 

  • Shampoo & Mandi

Shampoo yang tidak sesuai untuk kucing baik dari segi kandungan dan derajat keasaman (ph) dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang banyak busanya mempunyai kandungan deterjen yang cukup tinggi yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan. Frekuensi mandi yang terlalu sering dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit & bulu kucing. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi berkembangnya jamur. Sebaliknya kelembaban yang rendah membuat kulit dan bulu kering dan rapuh. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna juga dapat membuat kulit iritasi dan bulu rontok.

 

  • Kutu/Pinjal (flea)

Gigitan pinjal dapat menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang ringan disekitar gigitan. Bila jumlahnya banyak, reaksi alergi dan radang pada kulit semakin meningkat, akibatnya akan mempertinggi resiko kerontokan bulu yang tumbuh di atas kulit tersebut

  • Tungau (mites)

Kebanyakan tungau hidup dengan menghisap cairan tubuh yang terdapat dikulit, sehingga akhirnya kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Tungau seperti demodex dan scabies sering menyerang kucing. Mahluk ini hidup dan tinggal di bawah kulit dalam lubang dan terowongan yang digalinya sendiri. Reaksi alergi dan radang yang muncul juga dapat memperparah kerusakan kulit dan bulu.

 

  • Jamur (mold)

Indonesia yang berada di daerah tropis dengan kelembaban tinggi merupakan daerah yang cocok bagi tumbuhnya berbagai jenis jamur. Bulu tebal dan panjang pada kucing juga menciptakan tempat yang cocok bagi tumbuhnya jamur. Salah satu penyakit kulit yang sering disebut Ringworm juga disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing & anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal serta kemerahan pada kulit.

 

  • Gangguan hormon

Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan bulu. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal

 

  • Alergi

Alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigitan kutu, makanan, vaksin dan obat-obatan, rumput atau tanaman lain, plastik, dll. Pemecahan masalah alergi relatif mudah yaitu dengan pemberian antihistamin dan menghindarkan kontak dengan bahan penyebab alergi, yang sulit adalah mencari dan mengidentifikasi bahan penyebab alerginya.

 

  • Obat-obatan

Obat-obatan anti kanker pada saat menjalani kemoterapi juga dapat menyebabkan bulu rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan. Bulu biasanya akan tumbuh kembali setelah efek obat habis.

 

  • Gangguan kekebalan

Kerontokan bulu juga terjadi pada beberapa penyakit gangguan kekebalan tubuh seperti autoimun.





Hari Kucing Hitam

18 11 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Atas inisiatif sebuah kelompok pemerhati hak-hak hewan di Itali, mulailah dicanangkan bahwa hari sabtu adalah “Hari Kucing Hitam”. Dengan adanya hal ini diharapkan dapat mencegah penduduk setempat membunuh ribuan kucing hitam karena alasan membawa sial.

Kucing hitam mempunyai image buruk di berbagai negara. Di Itali, pada abad pertengahan, Papa Edict menyatakan bahwa kucing hitam adalah antek-antek setan. pada masa itu banyak kucing hitam yang ikut dibakar bersama para penyihir.

Association for the Defense of Animals and the Environment (AIDAA) di Itali, memperkirakan pada tahun 2006 saja, sekitar 60.000  ekor kucing hitam dibunuh. Pembunuhan ini bertujuan untuk menghilangkan kesialan, dan diguunakan juga dalam ritual pemujaan setan serta keperluan laboratorium kosmetik dimana bulu hitam memberikan hasil yang terbaik.

“Kami ingin menghentikan pembunuhan masal ini, mendidik masyarakat dan mengembalikan harga diri kucing hitam”, Jelas Lorenzo Croce President AIDAA .

Asosiasi ini telah mendirikan 200 pusat informasi di kota-kota seluruh Itali, yang bertugas memberikan brosur mengenai sejarah kucing hitam, meminta menandatangani petisi dan meminta orang untuk mengadopsi salah satu dari 5.000 kucing terlantar.

AIDAA juga mengirim surat kepada Paus Benedictus, yang juga seorang penyayang kucing. “Akan lebih baik jika Beliau mau berbicara mengenai usaha kami dan menyatakan mitos dan prasangka buruk terhadap kucing hitam hanya omong kosong,” Lanjut Croce.





Kucing bermimpi saat tidur

18 11 2009

 

 

Sepertinya begitu. Perhatikan kucing atau anjing kamu saat sedang tidur. Pasti sesekali matanya tampak kedutan dan cakarnya bergerak-gerak, seolah-olah hewan tersebut sedang berlari mengejar sesuatu. Ada juga kucing yang sedang tidur, tiba-tiba mengeong keras seolah-olah sedang marah. Mungkin sedang mimpi buruk dikejar-kejar anjing.

Dr. Matthew Wilson dan Kenway Louie dari Massachusetts Institute of Technology melakukan penelitian menggunakan empat tikus. Mereka menanam elektroda mikro ke hipokampus, bagian otak yang berhubungan dengan proses memori, keempat tikus itu. Lalu mereka mengamati pola-pola gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron atau jaringan syaraf yang dipasangi elektroda.

Pola gelombang otak tikus yang sedang bermimpi berlarian kesana kemari ternyata sama dengan pola otak tikus yang benar-benar sedang belari. Bahkan, hanya dengan mengamati pola-pola itu, para ilmuwan bisa mengetahui apakah si tikus sedang bermimpi berlari-lari atau sedang duduk-duduk.

Lalu mengapa binatang bermimpi ? mungkin untuk mengenang dan mempelajari pengalaman-pengalaman hidupnya.

 

Jadi, marilah kita jadikan hidup kucing kesayangankita penuh kebahagiaan dan kasih sayang, bebas dari rasa lapar, kehausan dan rasa takut. Sehingga mereka selalu bermimpi indah pada saat tidur (NWS).





Kucing dan Perang

18 11 2009

 

 

 

 

 

 

 

 

Kucing telah menjadi bagian dari hidup manusia sejak dahulu kala. Dalam berbagai kebudayaan terdapat kucing didalamnya. Baik dalam bentuk dewa yang dipuja dan disembah maupun dalam bentuk mahluk mengerikan pembawa sial yang selalu menemani penyihir.  Dalam peperangan yang hampir selalu terjadi di tiap zaman, kucing pun mempunyai banyak peran.

Perang Persia & Mesir
Sekitar 2500 tahun lalu  bangsa Persia mengetahui bahwa bangsa Mesir menganggap keramat/tabu bila membunuh kucing di garis depan peperangan. Bangsa Mesir kuno tidak akan menyerang bila dalam pertempuran, salah satu prajuritnya secara tidak sengaja membunuh kucing.

Perang Dunia I
500 ekor kucing dikirim ke parit-parit di garis depan. Kucing-kucing ini digunakan sebagai detektor gas beracun. Tidak ada berita mengenai kelangsungan hidup kucing-kucing ini.

Perang Dunia  ll
Seekor kucing jantan bernama Mourka digunakan sebagai pembawa pesan rahasia pada saat pengepungan Stalingrad tahun 1942. Mourka menjadi pahlawan  dan harian London Times menulis artikel tentang dirinya. “he has shown himself worthy of Stalingrad, and whether for cat or man there can be no higher praise”.

Bomber
Selama masa-masa serangan kilat di Inggris (Perang Dunia II), seekor kucing bernama Bomber dapat membedakan pesawat terbang  Inggris atau Jerman hanya dengan mendengarkan suaranya. Bomber memberikan peringatan dini terhadap pemiliknya bila ada serangan mendadak. Ada saat-saat ketika kucing ini menyelamatkan jiwa seluruh keluarga. Keluarga tersebut mengikuti kucing yang tiba-tiba berlari menuju perlindungan bawah tanah (bunker), tak lama sebelumn bom mulai berjatuhan.





Kucing Alergi

18 11 2009

Sebuah penelitian menemukan bahwa memperkenalkan hewan peliharaan pada anak sejak dini bisa jadi cara yang baik untuk menjaga kesehatan mereka selanjutnya.

Dari hasil pengamatan terhadap 474 anak dari usia balita hingga 6-7 tahun, Denis Ownby, ahli alergi dari medical college of Georgia AS, memaparkan bahwa anak-anak yang bermain dengan lebih dari 2 kucing atau anjing peliharaan sejak bayi, cenderung tidak mudah berreaksi terhadap alergen (substansi atau zat yang dapat menyebabkan alergi) dibandingkan mereka yang sejak lahir tidak pernah bermain dengan hewan peliharaan.

Seorang anak yang dari awal telah terkena bakteri-bakteri yang terdapat pada tubuh hewan peliharaan akan membentuk sistem kekebalan tubuh yang lebih baik terhadap serangan bakteri-bakteri tersebut. Namun jika anak anda telah memiliki gejala hipersensitifitas terhadap suatu substansi, maka memelihara anjing atau kucing bukan pilihan yang baik!





Legenda Maneki Neko

18 11 2009

Banyak legenda Jepang yang mengisahkan asal Maneki Neko. Dari tujuh legenda yang banyak dikenal, ada tiga yang paling terkenal. Yaitu Legenda Kuil Goutokuji, Pramuria Usugumo dari Yoshiwara dan legenda wanita tua dari Imado.

Legenda Kuil Goutokuji


Kuil Goutokuji

Pada awal zaman Edo (abad ke-17) ada sebuah kuil yang terdapat di Setagaya, bagian barat Tokyo. Pendeta kuil tersebut memelihara seekor kucing bernama Tama. Pendeta tersebut sering berbicara dan kadang-kadang sedikit mengeluh kepada Tama mengenai kondisi kuilnya yang miskin.” Tama, meskipun miskin aku memeliharamu di kuil ini, bisakah kamu melakukan sesuatu untuk kuil ini ?”,harap sang pendeta pada Tama.

Suatu ketika, seorang penguasa dari daerah Hikone (bagian barat Tokyo), bernama Naotaka Li pulang berburu. Ia berteduh menghindari hujan di bawah pohon besar yang terdapat di depan gerbang kuil. Seekor kucing memberi isyarat mengundang naotaka untuk berteduh di genbang kuil. Tidak berapa lama setelah naotaka berteduh di gerbang kuil, pohon besar tersebut disambar petir. Nyawa Naotaka terselamatkan berkat Tama.

Setelah kejadian tersebut Naotaka Li dan keluarganya menunjuk kuil tersebut menjadi kuil keluarga dan merubah namanya menjadi  Goutokuji. Kuil tersebut menjadi makmur setelah didukung oleh keluarga Li. Tama dikuburkan di pekuburan kucing di kuil tersebut dan diciptakan patung kucing (Maneki Neko) untuk mengingatkan orang kepada Tama.

Legenda Usugumo dari Yhoshiwara


Pada zaman Edo banyak terdapat kota-kota kecil yang penuh berbagai macam hiburan gaya Jepang  yang disebut Yuukaku. Salah satu yang terkenal adalah Yoshiwara yang terdapat di bagian timur Tokyo.

Ada dua macam wanita yang bekerja di Yoshiwara. Yang terlatih secara profesional dalam hal musik dan menari disebut Geisha, lainnya adalah pramuria yang disebut Yuujo. Geisha kelas atas yang terlatih dalam berbagai kesenian disebut Tayuu.

Pada pertengahan zaman edo (abad ke-18) ada seorang Tayuu yang bernama Usugumo. Ia terkenal juga sebagai penyayang kucing. Kucingnya selalu berada disampingnya kemanapun ia pergi.

Suatu malam, ketika Usugume hendak memasuki toilet, kucingnya menari-narik bajunya dengan kasar. Meskipun diusir dengan susah payah, kucingnya tidakk mau berhenti mengganggunya. Karena ketakutan usugumo meminta bantuan pemilik rumah. Pemilik rumah tersbut datang dan menebas leher kucing tersebut dengan samurai, karena ditakutkan kucing tersebut adalah kucing setan.

Kepala kucing tersebut terbang ke langit-langit toilet, menggigit dan membunuh seekor ular besar yang sedang mengincar usugumo.

Usugumo sangat menyesal karena telah salah membunuh kucingnya. Untuk mengingatkan jasa-jasa kucingnya, salah seorang tamu menghadiahinya patung kucing yang terbuat dari kayu yang harum. Patung kucing inilah yang kemudian berkembang menjadi Maneki Neko.

Legenda Wanita Imado


Pada akhir zaman Edo (abad ke -19), ada seorang wanita tua yang hidup di Imado, Tokyo bagian timur. Karena keadaannya yang sangat miskin, ia tidak mampu lagi merawat kucingnya. Ia berkata pada kucingnya ” Maaf aku terpaksa menelatarkanmu karena kemiskinan ini”.

Malamnya kuicng tersebut hadir dalam mimpinya dan berkata “buatlah patung diriku dari tanah liat, patung tersebut akan membawa keberuntungan”. Setelah jadi, patung tersebut dibeli orang, semakin banyak ia membuat patung, semakin banyak  orang yang membelinya. Patung kucing (Maneki neko) tersebut membebaskannya dari kemiskinan.





Kucing Gedung Putih

18 11 2009

Kucing telah menjadi binatang kesayangan banyak orang. Tak peduli orang biasa atau orang yang populer. Beberapa tokoh terkenal seperti Mark Twain dan beberapa presiden Amerika memelihara kucing sebagai binatang kesayangan mereka. Berikut ini beberapa kucing yang hidup atau pernah tinggal di gedung putih sebagai binatang kesayangan presiden AS atau anggota keluarganya.

Tabby : Kucing pertama yang tinggal di Gedung Putih. Kesayangan Presiden As ke-16, Abraham Lincoln.

Siam : Kucing ras siam pertama yang datang ke AS (1878), merupakan hadiah dari Konsulat  Amerika di Bangkok.

Slippers dan Tom Quartz : Kucing kesayangan presiden AS ke-26, Theodore Roosevelt.

Smokey, Blackie, Timmy dan Tiger : Milik presiden AS ke-29, Calvin Coolidge. Tiger adalah kucing  yang hidup berkeliaran di sekitar gedung putih, berwarna abu-abu dan bergaris-gari (tabby). Tiger biasa bertenger dipundak presiden berkeliling disekitar gedung putih.

Tom Kitten : milik presiden AS ke-35, John Kennedy. Ketika kucing ini mati pada tahun 1962, kalangan press Amerika memberikan catatan kenangan (obituari).

Shan : milik presiden AS ke 38, Gerald Ford.

Misty Malarky Ying Yang : kucing siam milik presiden AS ke-39, Jimmy Carter.

Cleo & Sara dan beberapa kucing lain yang tidak diberi nama : milik presiden AS ke-40, Ronald Reagan.

Socks dan Buddy : milik presiden AS ke-42, Bill Clinton.

Ernie, India “Willie” Bush dan, Cowboy : milik presiden AS ke-43, George W. Bush. Cowboy adalah kesayangan Presiden Bush dan mati pada umur 12 tahun, akibat penyakit ginjal pada bulan Februari tahun 2000.





Kucing terkecil di dunia

18 11 2009

 

Mr. Peebles terdaftar dalam Guinness Book of World Records sebagai kucing terkecil di dunia. Saat ini ia hidup di sebuah klinik hewan di Illinois, Amerika Serikat. Kucing yang berumur empat tahun pada tahun 2006 ini, mempunyai tinggi 15 cm dan berat sekitar 1 Kg dan dapat masuk ke dalam gelas berukuran 200 ml !.

 

Mr. Peebles diadopsi oleh Dr. Donna Sassman dari salah seorang kliennya. Kliennya tersebut kurang menyukai Mr. Peebles karena ukurannya. Saat ini kucing tersebut dirawat bersama-sama oleh semua pekerja di klinik hewan milik Dr. Donna Sassman.

 

Seorang dokter di klinik tersebut juga mengatakan bahwa Mr. Peebles mempunyai kelainan genetik. Diharapkan ia masih akan memegang rekor sebagai kucing terkecil di dunia selama beberapa waktu. Kucing tersebut tidak akan bertambah besar lagi, karena telah melewati umur di mana bentuk & ukuran kucing dewasa telah tercapai.

 

Meskipun kecil, Mr. Peebles diberi makan empat kali dalam sehari untuk mempertahankan kesehatan dan berat badannya.





Obat “Patah Hati”

17 11 2009

Ini sebuah peryataan yang menggelitik. Karena penyakit ini disebabkan oleh stres dan kejadian emosional. Setidaknya setiap orang mengalami “patah hati”. Terus apa ada obatnya buat orang2 yang kena penyakit ini?

Para peneliti asal Amerika mempelajari 70 pasien yang menderita “sindrome patah hati”. Rata2 kebanyakan pasien sembuh dengan cuma diberi obat aspirin atau obat sakit jantung. Penyakit dengan sebutan medis Takotsubo Cardiomyopathy ini kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya hormon stres. Sehingga gejalanya sedikit mirip dengan sakit jantung. Seperti sakit dada dan nafas terengah-engah. Dan sindrome patah hati sepertinya sekedar penyakit sesaat dan segera disembuhkan jika ditangani dengan cepat.

Ada yang unik dari penyakit ini. Gejalannya sih boleh mirip dengan penyakit jantung. Tapi sindrome patah hati, nggak sama dengan penyakit jantung yang sering hadir di musim dingin. Sindrome patah hati cenderung meningkat di musim panas dan musim semi. Jangan2 romantisme musim dingin bisa bikin emosi gampang meleleh dan tekanan fisik serta emosional lebih  sering datang di musim semi.                     





Menonton Televisi bisa mensurvei bahagiannya seseorang.

17 11 2009

Sebuah lembaga survei di Amerika baru-baru ini melakukan penelitian sederhana terhadap 30.000 orang dewasa dari tahun 1975 sampai 2006 mengenai kebiasaan orang menonton TV. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa bahagia nggaknya seseorang bisa dinilai lewat banyak nggaknya menonton Tv dalam sehari. Konon katanya, orang yang kurang bahagia, menonton tv 30 persen lebih banyak dibanding orang yang hidup bahagia. Dan ini dibuktikan oleh peserta survei. Mereka mengaku hidupnya lebih bahagia walaupun hanya menonton tv sekitar 19 jam dalam seminggu. Sedangkan yang hidupnya kurang bahagia, justru banyak menghabiskan waktunya sekitar  25 jam lebih di depan TV per minggu.  Sepele sih, tapi data ini bukan hanya isapan jempol. Peneliti dari Universitas Maryland, Amerika menambahkan, menonton TV hanya memberikan kesenangan sesaat. Sementara efeknya kurang baiknya lebih panjang.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.